Jumat, 09 Maret 2012

Belajar budaya Yaman

Malam ini aku di undang untuk ikut dalam acara pernikahan salah satu teman Nabil dari Yaman. Namanya ibrahim dan menikah dengan salah seorang wanita malaysia daripada Trengganu. Selepas Magrib aku hanya menunggu saja apa yang akan terjadi karena acaranya dimulai pukul 9.00 malam. Aku segera ganti baju ketika mengetahui bahwa Nabil menuggu seseorang untuk ganti baju. Setelah menunggu dengan kebingungan akhirnya mereka sampai juga didepan Emerald Park lalu mengajak kami makan di Dima, restoran khusus masakan dari Yaman. Disana kami makan layaknya orang Yaman, dengan roti bakar sebesar 2 kali ukuran piring biasa yang dimakan bersama-sama dengan gulai daging ditambah saos mayones. Rasanya lumayan, namun ukurannya yang besar sempat membuat takut akankah kami bisa menghabiskannya. Alhamdulillah setelah dihadapi bersama habislah suriname?? aku lupa lagi namanya apa.. hehehe...
tapi aku ingat nama tariannya Samrah, bisa ingat karena dihubung-hubungkan dengan samratulangi... hehe dasar pelupa..
Setelah makan besar secara gratis, maka kami berangkat ke surau untuk sholat Isya berjamaah, luar biasa.. mereka begitu taat beragama. Setelah sholat kami berkumpul dengan kumpulan teman-teman dari yaman. Sempat kikuk awalnya, namun untunglah sahabat dari Indonesia yang keturunan Yaman, Ahmad namanya, lalu ada bilal juga Ardian. Mereka orang yang baik dan sangat paham tentang agama, tiada kesan kaku dan sok alim pada mereka, begitulah seharusnya seorang kader dakwah, hehe.. dari blognya kang ucup..
Setelah melihat mereka menari, sekali aku coba ikut menari bersama mereka, tidak begitu sulit. Hanya menggerakkan kaki maju mundur sambil melompat-lompat kecil mengikuti irama musik. dan aku bisa melakukannya.. heheh...
Kami juga sempat mengucapkan selamat kepada ibrahim selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawahdah dan warahmah...
Setelah acara selesai aku menyempatkan ke rumah bilal, disana kami disambut dengan baik. Bercerita mengenai pengalaman masing-masing, juga melihat bagaimana sudut pandang mereka. Kegigihan, itulah yang aku bisa lihat dari ahmad karena berhasil mengikuti LI di Karawang disaat tiada seorangpun yang yakin bahwa ia bisa.
Setelah bercakap-cakap lama, aku ingin memastikan bahwa setiap kali berpisah dengan orang lain aku ingin mereka lebih bahagia setelah berjumpa denganku dibandingkan sebelumnya...
inspirasi dari mario teguh sih..
tapi itu bagus..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar