Selasa, 20 Maret 2012

Maaf Dan Terima Kasih

Dato Abu, dia adalah dosen sebenarnya menurut pandangan saya, tak hanya berbekal pengalaman yang luas dan pernah menjadi seorang rektor, namun juga memiliki pemahaman kepribadian dan akhlak yang luar biasa. Mengawali kuliah dengan basmalah dan mengakhirinya dengan surat favoritnya Al-Asry. Dalam setiap kuliah, beliau selalu menjelaskan dengan contoh-contoh yang bisa di pahami dan terbayang. Itulah dampak pengalaman dalam penjelasannya.
Pada hari ini merupakan hari yang spesial, sebab dia memberikan tutorial, hanya satu jam saja namun bagi saya sangat bermakna. awalnya saya kira dia akan terlambat karena menyuruh kami membaca chater 5 dan 6. Dan saya kira akan menyelesaikan sebuah assignment. atu persatu kami dipanggil kedepan sekaligus di absen, mengambil sebuah kertas tutorial 1. Setelah semuanya dibagikan, dia berkata hal yang mengejutkan saya, benar-benar mengejutkan.
"ternyata hanya 30% saja yang mengucapkan terima kasih, bahkan dari 6 orang indonesia hanya agung yang mengucapkan thank you" itu memang sudah budaya kita dan itulah kurangnya.
Kalau diluar negeri, seperti inggris semua orang akan mengucapkan itu dengan sangat lancar, karena memang disan dibiasakan. Ketika hendak menutup pintu memperhatikan apakah ada orang yang dibelakangnya, jika ada ia akan membuka pintu hingga orang dibelakang tadi lewat sambil berucap thank you, tapi kalau di malaysia atau indonesia langsung saja menutup tanpa memperhatikan belakangnya.

semoga kedepan saya bisa lebih mudah mengucapkan maaf, terima kasih, dan permisi... Pelajaran yang sangat berarti. Sederhana dan bermakna...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar