Jumat, 09 Maret 2012

Menulis Lagi?? bisakah...

bismillahirrahmanirrahim...
Hari ini aku tertantang lagi untuk menulis apa yang aku rasakan dan alami setelah membaca artikel ini
"
Menulis adalah salah satu aktivitas paling efektif dalam mengikat ilmu. Bagaimana tidak, dalam menulis kita dituntut memutar otak dan merangkai ide. Dengan menulis juga, buah pikiran terabadikan, sehingga beresiko dibaca orang lain. Hal ini membuat seorang penulis tidak sekedar merangkai kata, melainkan berpikir bagaimana reaksi pembaca saat menikmati kalimat demi kalimat yang digoreskannya baik di atas kertas maupun di layar komputer.
Saya awalnya berpikir bahwa menulis itu tidak ada asyiknya sama sekali. Sudah susah-susah menulis, belum tentu orang lain mau membacanya. Kalaupun orang lain membaca, belum tentu diapresiasi. Diingat pun tidak ada jaminan. Maka saya pun lebih senang beraktivitas ngomong dan memaparkan ide lewat pendapat langsung dibandingkan menulis.
Suatu hari, saya bertemu dengan seorang Guru Menulis bernama Bambang Trim. Beliau adalah mantan direktur MQS Publishing di era kejayaan Daarut Tauhiid dahulu. Setelah di MQS, beliau memimpin Salamadani yang mengeluarkan buku Api Sejarah 1 dan 2. Beliau juga berpengalaman membangun penerbit Tiga Serangkai hingga menjadi berubah seperti sekarang kala beliau menjabat sebagai General Manager di sana. Kini, beliau mandiri dengan usaha Publishing Service-nya. Pak Bambang mengajarkan kepada saya bagaimana menulis dapat mengubah pemikiran, pergerakan, bahkan mengubah dunia. Ketertarikan saya untuk menulis mulai muncul.
Pak Bambang bukan sekedar mengompori. Beliau juga membimbing saya secara serius untuk menghasilkan naskah yang diterbitkan menjadi buku. Saat artikel ini ditulis, naskah saya sedang dalam proses editing di tangan beliau (mohon do’anya agar lancar hingga terbit ya ^_^). Saya pun mengalokasikan waktu untuk bersilaturahim ke kantor beliau tiap seminggu sekali, belajar langsung bagaimana menulis. Meski awalnya berat, ternyata saya merasakan ada yang berubah dari pola pikir, ide-ide, serta ilmu di kepala saya selama ini. Kalau biasanya informasi di otak saya ada banyak dan berserakan, dengan menuliskannya saya merasakan informasi itu tersusun rapi ke dalam folder-folder khusus. Ide-ide baru pun bermunculan dari hasil perpaduan sekian ide lama yang ada, dan hal ini membangun kreativitas. Dengan menulis, saya juga jadi lebih senang membaca.
Tidak semua dari kita harus menjadi penulis profesional, namun apapun profesi kita, menulis tetap perlu dilakukan. Minimal, kita menulis catatan harian, kisah hidup yang menarik, atau sesuatu yang kita kuasai. Tujuan utama bukanlah untuk orang lain, melainkan diri kita sendiri. Minimal ide kita abadi, tidak menguap. Ilmu yang sudah dipelajari pun menjadi semakin dalam dan kuat.
Mari kita rajin menulis setiap hari, entah itu di blog, website, buku, atau media lainnya.
Selamat menulis kawan ^_^"
bang surya kresnanda..
thanks yha.. walaupun secara ga langsung tapi bisa menginspirasi...
rasanya akupun ingin bisa menginspirasi orang lain dengan tulisan ini...
Harus Bisa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar