Senin, 30 April 2012

Tulisan Rinaldi Munir


Sebuah tulisan hikmah yang saya dapat dari sebuah milis. Semoga bermanfaat.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
‎Di suatu padepokan di Tiongkok pernah hidup seorang GURU yg sangat dihormati karna tegas jujur. Suatu hari, 2 murid menghadap GURU. Mereka bertengkar hebat nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hitungn 3x7.
Murid pandai mengatakan hasilnya 21, murid bodoh bersikukuh mengatakan hasilnya 27.
Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta GURU sbg jurinya untuk mengetahui siapa yg benar diantara mereka , sambil si bodoh mengatakan : "jika saya yg benar 3 x 7 = 27 maka engkau harus mau dicambuk 10 kali oleh GURU , tetapi jika kamu yg benar ( 3 x 7 = 21 ) maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri., hua ha ha ....." demikian si bodoh menantang smbl tertawa dgn sangat yakin dengan pendapatnya.
"Katakan GURU mana yg benar?" tanya murid bodoh. Ternyata GURU memvonis cambuk 10x bagi murid yg pandai (orang yg menjawab 21).
Si murid pandai protes. Dan Sang GURU menjawab: "Hukuman ini Bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk KETIDAK ARIFANmu yang mau-maunya berdebat dgn orang bodoh yg tidak tahu kalauo 3x7 adalah 21!!"
Guru melanjutkan: "Lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi ARIF daripada GURU harus melihat 1 nyawa terbuang sia sia!"
~~~~~~~~~~~~~
Pesan Moral:
Jika kita sibuk mmperdebatkan sesuatu yang tak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan, sebab dgn sadar kita membuang waktu energi untuk hal yg tidak perlu.
Bukankah kita sering mengalaminya?
Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga/kolega. Berdebat atau bertengkar untuk hal yangg tidak ada gunanya, hanya akan menguras energi percuma.
Ada saatnya untuk kita diam untuk menghindari perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia. Diam bukan berarti kalah, bukan? Memang bukan hal yg mudah, tapi janganlah sekali-kali berdebat dengan orang bodoh yang tidak menguasai permasalahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar