Sabtu, 26 Mei 2012

Mutiara dalam Lumpur


Sesungguhnya telah jelas mana yang benar dan salah itu, ia takkan pernah tercampur meski datang dari arah yang sama.. menanggapi isu irshad manji yang mulai berkembang di Malaysia kini.. saya merasa tak ada yang perlu ditakuti, kekhawatiran akan kedatangannya saya rasakan sebagai sesuatu yang berlebihan dan bukti nyata dari sebuah kesombongan.
Berlebihan karena hidayah itu datangnya hanya dari Allah semata, tak ada kebermanfaatan sedikitpun yang bisa kita bahkan semua makhluk berikan kalau Allah tak mengizinkannya, begitu pula dengan kemudharatan. Sehingga apa hak kita untuk menghalangi seseorang untuk mencoba memberikan sesuatu yang sudah diusahakannya melalui hasil pemikiran dan pengalamannya. Suatu saat mungkin kita juga akan merasakan demikian.
Saya mengakui, punya dosa yang disembunyikan.. Orang masih menghargai kita karena Allah masih menutup aib kita dari orang lain, sehingga kita rasanya tak pantas mengumbar aib orang lain. Sebuah hal yang menarik menurut saya dan beberapa kebenaran ada didalam buku yang dibuat oleh irsyad manji, namun karena latarbelakangnya adalah seorang lesbian (entah siapa yang membuka aib ini) membuat semua orang melihat segala sesuatu yang dibuatnya juga salah. Mutiara tetaplah sebuah mutiara, meski ia berada dalam lumpur sekalipun. Namun kesombonganlah yang membuatnya tak bisa diterima, mungkin perlu kita ingat kembali arti dari kata sombong “meremehkan orang lain dan menolak kebenaran”. Pertama kita telah meremehkan irsyad manji karena ia seorang lesbian dan pendosa, apakah kita tidak.. kedua kita menolak kebenaran yang ia sampaikan karena ia bagai dalam kubangan lumpur. Kenapa kita tidak ambil saja dan bersihkan mutiara itu dari kotoran lumpur.
Apakah kita akan menolak kebenaran hanya karena ia datang dari seorang lesbian. Saya akui perilaku Lesbian itu adalah sebuah kesalahan, mungkin si penulis juga sudah mengetahuinya juga, jika ia benar-benar memahami ajaran Islam dan Al-Quran. Dan saya rasa ia adalah seorang yang paham dengan baik Islam, kalau tidak mengapa ia membuat karya yang berusaha membuka mata umat islam akan keadaannya sekarang.
Biarlah sikapnya itu menjadi urusannya dengan Allah, setelah mengingatkannya bahwa itu salah. Hidayah datang dari Allah, mari kita doakan bersama agar diberikan kepada kita dan juga untuknya. Point penting yang harus kita ambil dari sini adalah, telitilah dulu semua kabar yang kita dengar, cukuplah sebuah kedustaan menyampaikan segala yang kita dengar kepada orang lain tanpa menmeriksa kebenarannya terlebih dahulu.
Kita baru bisa membedakan antara yang benar dan salah setelah kita melihat kedua belah pandangan secara keseluruhan. Dan semoga kita selalu bisa menjadikan keridhoan Allah sebagai pertimbangannya.
Kepada semua penentang, saya bertanya kepada anda, sudahkah anda mendapat informasi, membaca bukunya sebelum menentangnya.. atau anda terjebak dalam otoritas orang lain yang anda anggap benar. Semua orang pasti akan dimintai pertanggung jawabannya, sehingga alasan anda akan dipertanyakan. Temukan alasan terkuat anda sebelum menolaknya. Validasi informasi yang anda dengar, karena anda adalah orang yang beruntung jika anda mau berfikir.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar