Sering sekali orang mengatakan bahwa perbuatan itu lebih baik dari sekedar perkataan.. yha itu mungkin benar untuk sebuah perbuatan yang bisa diteladani karena dengannya sebuah perkataan dan teladan akan semakin kuat dan memiliki ruh...
namun aku merasakan hal yang berbeda beberapa hari yang lalu.. aku adalah seorang yang mencuci baju sendiri dirumah kontrakan.. kami tinggal bersepuluh, dua diantara kami mencuci sendiri dan yang lain laundri..
karena saking ga sempatnya aku setelah nyuci baju, ga langsung dijemur.. tapi ditaruh di dalam kamar mandi dulu.. sampai malam aku baru pulang dan langsung terkejut karena cucianku sudah menggerayang dilantai kamar mandi..
betapa kesalnya aku jadinya karena ini.. tapi aku kemudian menyadari bahwa ini memang ada juga salah dariku.. sip sampai disitu.. mungkin yang membuang ke sana itu niatnya baik ingin mengingatkan kalau cucian itu mengganggu.. tapi ga ada kata-kata.. itulah yang mengganggu, sekedar berkata lain kali jangan githu lagi atau bertanya kenapa ga dijemur?
aku kesal, oke.. tapi aku maafkan.. tapi benar-benar ga akan terlupakan karena aku masih menunggu untuk ada yang memulai pembicaraan.. aku ga mau.. setidaknya ini bentuk kekesalanku.. atau ini bentuk kemarahan juga yha..
tapi dulu rasul ga mau melihat orang yang membunuh pamannya lalu memakan hatinya..
apakah sama, tapi dia juga ga mau ngeliat...
forgiven but not forgotten..
thats really hurt me so bad.. and akan terobati jika ada ucapan maaf atau sekedar nasehat agar segera menjemur ketika sudah dicuci..
tapi kalau dia tahu alasanku kenapa ga sempat mencuci, pasti dia ga akan githu..
masalahnya ga ngomong dulu sih...
hufft..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar