Pertama ga ada boleh perdebatan kenapa ga right woman in the right position karna bahasan kita bukan hal itu. Kisahnya gini, sakit yg mendera sejak jumat malam lalu menyebabkan kelumpuhan dan kehilangan indra pengecap sementara, nasi rasanya pahit, daging rasanya spt roti hangus dan lidah benar2 mati rasa, ga ada yg namanya panas ato dingin, semuanya sama dan baru kerasa sekarang, lidah melepuh. Karna itu ingin ngerasain mie ayam, biasanya sih gimana juga enak. maka berangkatlah dengan langkah layaknya zombie menuju tempat makan dekat rumah yg menjual mie ayam, yg spesial si penjual adalah pasangan yg berasal dr jawa. Uniknya keduanya layaknya sebagian jawa yg saya kenal, memegang teguh prinsip alon2 asal kelakon. Semua pekerjaannya begitu dipikirkan tampaknya, baik sebelum maupun setelahnya. Lantas aku berfikir sambil menunggu dalam waktu yg bikin janggut menumbuh dalam ukuran pikometer. Nanti jika aku dapat kesempatan punya perusahaan atau memberi masukan k perusahaan, gw akan kasih masukan gini,
Kalau ada pekerjaan yg membutuhkan ketelitian dan waktu ga menjadi konstrain utama, maka besar kecocokannya dgan orang jawa. jika membutuhkan kecepatan diatas ketelitian, maka orang sumatra yg besar kecocokannya. Jika kekuatan dan daya tahan maka indonesia bagian timur baik jadi pilihan utama. Memang kelihatannya masih premature dan cenderung menggeneralisir, tapi sebagai premis awal tampaknya hal ini sulit di tolakkan ya... hehehe....
Memang butuh pengamatan lebih jauh alias blusukan ke daerah untuk mampu menilai karakter suku2 bangsa di indonesia, tampaknya ini perlu dilakukan sebagai pemetaan sumber daya manusia indonesia sebelum dilakukan pengelompokan berdasarkan potensi wilayah semata. Karna jika alam ok, bukan berarti manusianya siap kan. Lebih baik jika manusianya siap, mereka bisa ditempatkan dimana potensinya bisa dikeluarkan secara optimal. Kadang kita perlu disadarkan potensi diri sendiri.
Minggu, 20 Oktober 2013
Right man in the right position
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar