Terkadang banyak yg takut jika melakukan perbuatan baik didepan orang lain atau ditunjukkan melalui berbagai cara adalah riya atau sikap yang tidak baik. Dampaknya pada sebagian orang takut sekali jika kebaikannya diketahui orang lain. Alasannya karena takut dianggap riya atau terjerumus ke riya itu sendirinya. Lalu pertanyaannya apa yang bisa ditiru oleh generasi baru jika tak ada contoh tentang sesuatu yang baik. Karena disisi lain, banyak sekali yang dengan "riya" menunjukkan perbuatan buruknya. Semakin banyak contoh, akan semakin umum dan akhirnya perbuatan buruk jd hal lumrah.
Lalu bagaimana perbuatan baik bisa jadi biasa jika tidak ada orang baik yang menunjukkannya, jikapun ada yang berusaha menunjukkan kebaikannya adalah orang2 yg ingin membangun citra diri saja, sehingga malah jd buruk jadinya jika berusaha berbuat baik.
Aku pernah mendengar cerita ttg seorang yg bertanya, seorang yang selama hidupnya menunjukkan tabiat baik diluar ketika bermasyarakat sedangkan beberapa orang tau kalau dirumah ia tidak sebaik itu dinyatakan masuk surga, sedangkan seorang lagi yg buruk pelakunya diluar, dan dirumah ia taat beribadah malah masuk neraka. Menurut saya jelas saja, masalah hati itu urusan ia dengan tuhannya saja. Sedangkan perbuatan menjadi penilaian manusia. Masalah riya atau tidak, ga ada hak orang lain menilai, porsinya hanya mengingatkan saja.
Ada garis antara perbuatan buruk sebagai batas kiri dan riya untuk batas kanan. Perbuatan baik ada diantaranya. Jangan melakukan perbuatan buruk meski niatnya baik dan jangan melakukan perbuatan baik karna riya.
Menjadilah pertengahannya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar