Rabu, 15 Januari 2014

Why numbers matter

Sebagai anak pertama, aku memiliki tanggung jawab besar untuk adik2 n keluargaku, secara sederhana mereka merupakan tanggunganku hingga bisa mandiri. Pemikiranku akan posisi kelahiran memunculkan keinginan untuk mengamati pola dari itu semua, memang ada kasus khusus yg berbeda dr pola umum yg berusaha aku cari. Hingga saat ini aku masih percaya bahwa anak pertama itu lebih cepat dewasa dibanding yg lain, mereka cocok ditataran strategis n jd pemimpin yg mampu mendelegasikan dan memotivasi dengan baik, hal ini memang dilatih sejak ia punya adik untuk dijaganya saat ibunya keluar. Secara tidak langsung pendelegasian kuasa ini menjadi latihannya sejak kecil. Selain itu, ia baik pula untuk menjadi wakil yg memberi nasehat pada pemimpin yg juga anak pertama, karena mereka setara n bisa saling mendukung, tinggal bagaimana mengatur perasaan dan saling toleransi saja.

Untuk anak yg berada ditengah kecebdrungannya berbeda, mereka sejak kecil menjadi orang yg menerima perintah dari kakak disamping jga harus bertanggung jawab terhadap adiknya. Oleh sebab pelatihan itu, tipe ini cocok untuk menjadi seorang eksekutor yg baik, mengikuti arahan, dan bertanggung jawab atas pekerjaannya.

Lain lagi si bungsu, tidak pernah mendapat latihan tanggung jawab untuk mengurus adik, biasanya dimanja, selalu dibela membuat mereka menjadi orang yg creative dan aktive, meski kadang sedikit egois, tapi mereka punya energi dan ide yang berlebih. Orang ini cocok sekali untuk menjadi orang yg bisa membangun relasi dengan baik, dikenal semua orang karena aktif, namun suka memaksakan ide, dan kecenrungan sulit mendelegasikan karna standar tinggi yg menurutnya hanya bisa dicapai olehnya saja.

Untuk anak tunggal, meski belum terlalu tahu, tapi saya coba paparkan sedikit. Karena sendiri, kecendrungannya adalah mencari orang lain yg bisa dijadikan adik atau kakak, sedikit banyak memiliki kemiripan dengan anak tengah, namun ini tergantung lingkungannya, jika dilingkungan bermainnya lebih tua drinya, biasanya ia akan menjadi seolah anak bungsu, dan sebaliknya ia akan menjadi seolah si sulung.

Itu sedikit kesimpulan awal yg perlu diuji dan divalidasi terus. Namun untuk sekarang hal ini cukup untuk bisa mengantisipasi ketiga ekstrem diatas, variasi tentu berlaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar