Minggu, 26 Juli 2015

Keyakinan penuh ke Allah

Semuanya begitu cepat, tanpa diduga dan disangka sebelumnya.. Awalnya hanya niat untuk segera menikah saja yg menjadi modal utama..
Disaat siang dikabatkan ttg rencana pertemuan dgn seorang perempuan yg mungkin akan bisa jadi calon Ibu untuk anak-anakku, aku bersedia saja, toh ini batu sekedar perkenalan.. Kalau jadi ya alhamdulillah, klu enggak ya mungkin ada yg lebih baik..

Setelah sholat zuhur, aku sempatkan untuk istikharah meminta petunjuk pada Allah, diakhir sholat doa ku salah satunya memohon petunjuk atas keputusan yg nanti akan aku ambil.
Doa ku pada Allah "Ya allah jikalau dia memang jodoh hamba, maka mudahkanlah segala prosesnya, jikalau bukan, engkaulah yg maha mengetahui yg terbaik bagi hamba"
Lalu dengan kemantapan hati dan berbekal keyakinan penuh pada allah, aku datang ke rumahnya.
Malu2 awalnya aku bebicara dengannya setreah isya. Aku ceritakan hal2 ttg diriku padanya, begitupun ia padaku. Satu hal yg aku katakan padanya bahwa yg paling penting buatku adalah kesamaan visit dan tujuan. Selama searah sejalan, maka tak ada alasanku tidak memilih dia.
Sungguh, telah ada detakan itu saat pertama melihatnya. Detakan yg tak pernah ada sebelumnya.
Aku Jatuh cinta pada pandangan pertama

Senin, 13 Juli 2015

Entah aku harus sudzon atau tidak

Pagi ini, ban motorku agak Kempe's, entah karena bocor atau karena hilangnya sebagian angin yg ada didalamnya.. Tapi masih cukup setidaknya untuk jalan dan ada Sisa angin untuk berjalan. Lalu aku datangi sebuah tempat tambal ban dipinggir jalan pasteur, tempat tambal pertama yg aku temui. Ketika diperiksa dan dibuka, aku sedikit kaget, karena lubangnya sangat besar untuk sekedar menahan angin didalam,
Him.. Entahlah, aku merasa tidak seperti bocor biasanya yang membuat ban benar2 Kempes tak ada angin.. Ini masih ada sisa angin (perasaan) tapi bocornya jauh lebih besar Dari biasanya..

Entaj aku harus suudzon atau tidak, tapi aku yakin, rezeki Allah yg Maha tahu, semoga menjadi bagian Dari sedekah jika aku benar dan astagfirullah jika aku salah.

Tanpa tujuan

Akan lemah jika Tampa tujuan, akan malas jika take ada kegiatan atau tujuan yg ingin dicapai.
Akan lebih semangat, lebih bergairah, lebih berani, lebih kuat jika ada target yg ingin dikejar. Sungguh dan ini adalah kenyataan.

Aku salah, karena tidak menuliskan tujuan diawal, sehingga tidak kuat selama diperjalanan. Sulit lagi jika tujuan baru ditentukan ditengah, Herat dan sudah malas, karena sudah kecewa dengan yg sebelumnya dan berat untuk kedepan karena seolah mengulang Dari awal.
So buat tujuan diawal2 mumpung belum terlalu jauh.

Sabtu, 11 Juli 2015

Aku ingin punya usaha

Ya Allah. Hamba ingin sekali punya bisnis sendiri, usaha sendiri, bukan sendiri dalam arti Tanpa teman, melainkan dimana hamba bisa menjadi orang yg mengelola dan menjalankannya namun hamba tetap bisa ikut Serta dalam pembuatan pesawat di DI, sehingga hamba mempunyai penghasilan yg cukup untuk hamba sendiri, ayah dan IBU hamba, adik2 dan keponakan hamba, juga keluarga hamba yg lainnya. Sehingga mereka bisa fokus untuk menjalankan perintahmu dan memenuhi panggilanmu.

Ingin sekali hamba bisa umroh dan haji bersama orang tua hamba, mengakak mereka jalan2 dan makan2 di bandung, saat hamba wisuda, waktu itu belum sempat hamba mengajak mereka untuk merasakan bandung dan kondisinya, hanya sekali saja ke gedung sate, itupun tidak lama. Sedih rasanya karena pada waktu itu aku belum punyaa cukup uang, bahkan harus hutan untuk biaya selama mereka disini.

Dan saat ini hamba juga ingin segera menikah agar bisa terjaga kehormatan hamba dan terhindar Dari dosa.

Malam ke 25 ramadhan

Hari ini sebenarnya aku malas sekali untuk ikutan mabit di masjid tsm atau dimanapun. Tapi karena sahabat2 Altampani memaksa ikut akhirnya aku luluh juga untuk berangkat, semoga mereka juga akan memaksaku untuk bersama2 masuk kedalam surga..
Aku yakin aku tidak salah dalam memilih mereka menjadi teman setia, dan semoga akupun bisa sebaliknya kepada mereka.
Tadi sebelum terbangun aku bermimpi tentang diriku yg tidak bisa sujud didalam mesjid, setiap sujud aku langsung merasa jatuh Dari ketinggian menuju pepohonan. Saat itu aku langsung sadar dan bangun, setiap Kali mencoba sujud selalu begitu, lalu aku paksakan untuk sujud meski jatuh. Saat sujud aku merasakan pasir dikepalaku, aku lanjutkan sujud. Kemudian aku mendengar suara yg mengatakan bahwa ini seolah adalah tarawih terakhirmu, rasakan  sensasinya. AkU merasakannya pada awalnya, lalu aku mendengar olokan Dari seorang teman yg menertawakanku, lalu aku cepat2 menyelesaikan solatku dan saat itu juga alu bangun Dari tidur dan mendengar seorang ustadz sedang membaca quran dan sekali2 menjelaskan maknanya.

Senin, 06 Juli 2015

Fixture, jig, dan Tool

Aku Sekarang sedang belajar di diklat pt di, Hari ini seharusnya jadwalnya untuk penyampaian Dari corporate culture, Katanga sih ga jadi karena belum siap materinya. Mau ngajarin budaya macam apa klu seperti itu, yang bener aja.. Serious lah Kau hahaha..
Trus karena dia ga masuk, jadi aja diganti dengan pengajaran ttg sop manufaktur, ada istilah tool atau pattern, jig dan fixture yg jd handle untuk part yg dibuat, biasanya untuk buat lubang.

Kalau diklat ini diibaratkan dengan tool dan jig itu, maka partnya akan seperti apa ya.. Ga kebayang deh..
Eh salah ding, kebayang.. Tinggal liat aja kondisi Sekarang..

Trus katanya pengen berubah, ya raiso Wong tool and jignya masih sama..

Kecuali desainnya berubah shg tool n jignya juga berubah..

This is my diary

Melalui tulisan ini akau ingin sekali menyampaikan semua keinginan hati yg belum terwujud dan terucap, aku ingin sekali punya bisnis sendiri yg bisa membantu diri sendiri, keluarga dan orang lain yg terlibat. Aku punya beberapa ide yg mungkin bisa diwujudkan tapi akunya masih belum berani untuk secara total melakukannya.

Keraguan dan ketakutan sering sekali menghantui jika sedang sendiri, kadang diri ini merasa ga pantas untuk itu.

Dosa yg menumpuk menjadi alasan Utama aku stagnant seperti ini, sebenarnya aku beruntung, karena aku masih punya orang tua yg mendoakanku..

Sebenarnya ini adalah rezeki mereka bukan milikku.
Punyaku masih tertahan sampai aku benar2 bisa mengendalikan diri dan melepaskan semua aktivitas yg membuat aku berdosa. Berat memang, tobat juga masih belum mempan..

Malas ibadah juga salah satu alasannya.. Berat, tapi aku ingin bisa rajin ibadah, dosa ga lagi..

Semoga aku bisa berubah..