Jumat, 30 Oktober 2015

Right place for the right man

Cerita awalnya begini, aku punya dia buah lampu, yg satu merek terkenal dr jerman harganya mahal, 7 watt, LED sebut saja si terang dan yg satu lagi merek abal2 12 watt LED juga tapi harganya mengejutkan seperempat lampu pertama kita sebut si remang.
Kebutuhannya adalah ruangan tamu n dapur yg bergabung, maklum rumahnya kecil dan kamar mandi yg perlu terang (soalnya istri saya takut gelap).
Karna ingin memberikan yg terbaik utk Si doi, saya taruh si terang di kamar mandi n Si remang di ruang tamu.
Kemudian, Si teteh bilang, dapurnya agak gelap kxnya perlu lampu tambahan deh. Trus saya coba tuker posisinya, eh ternyata ruang tamu n dapur terang, dan kamar mandi cukup terang meski ga seterang yg sebelumnya.
Akhirnya aku sampai pada satu kesimpulan, kualitas n harga selalu linier, kualitas bagus akan memberi efek luas jika posisinya tepat, jika posisinya salah memberi efek sih tapi asa kurang.

Implikasinya, tingkatkan kualitas diri supaya bisa kasih manfaat lebih luas dr sebelumnya n cari posisi yg tepat untuk beraktivitas.

Sabtu, 10 Oktober 2015

Menenangkan saat dipandang

Seribu bintang dilangit, hanya Adik yg paling terang, berjuta wanita yg dipandang, Adik juga yg terbayang...
Gombal... Tidak!!!
Mungkin dulu iya, tapi Sekarang setelah aku menikah, itu benar yg aku rasakan..
Perjalanan malam minggu ini menyadarkan aku akan fakta bahwa itu bukanlah sekedar omong kosong belaka, melainkan memang benar yg terasa. Ia yg kini menjadi istriku telah menjadi satu2nya wanita yg akrab dipandanganku, menenangkan hatiku, dan membahagiakan setiap kali kupandang ia.
Tak jarang aku memandangnya lekat2 disaat is sibuk melakukan aktivitasnya.. Saat dia sadar aku memandangnya, hanya senyumannya yg kuharapkan.
Malu ia padaku, semakin sayang aku padanya..
Semoga Allah mengekalkan ikatan ini.. Ikatan yg hanya Allah saja yg kuasa memutusnya..
Dalam akhlaq yg baik, akan menguatkan persatuan..
Semoga aku bisa senantiasa menunjukkan dan menampilkan akhlaq yg baik sebagai seorang suami..

Minggu, 04 Oktober 2015

Bercanda membawa hikmah

2 Hari ini kami (aku dan istri) berkunjung ke Jakarta untuk menghadiri acara pernikahan sepupu di daerah kebun jeruk.  Tapi bukan itu yg ingin aku bahas, yg akan dibahas adalah lejadian setelah acara tersebut. Kami diantar menuju tempat travel oleh suami dari Adik ayah yg tinggal di Depok. Selama ini kami mengenalnya sebagai seorang yg yg serious, praktis, dan bergolongan darah AB (mungkin).
Perjalanan singkat ini ternyata mbawa banyak hikmah yg luar biasa, karena ga biasanya Si Om bercanda. Ada 2 becandaannya yg ga bisa aku lupakan karena cuma 2 itu aja.
Yg pertama dia bercanda dengan tiba2 nyeletuk, "muf (panggilan anaknya yg bungsu) liat tuh ada kuda" katanya. Sontak kami yg ada di Mobil mencari kuda yg dimaksud, karena persepsi kami kuda itu ya hewan atau patung yg berbentuk kuda. Setelah melihat kesekeliling, kok ga ada yg dimaksud. Setelah itu, kami semua balik nanya "mana Om kudanya?". Lalu dengan enteng dia menjawab "tuh kuda didepan" sambil menunjuk sebuah Mobil yg mereknya kuda, "kijang juga ada".
Oh, ternyata kuda yg dimaksud adalah itu. Lalu semuanya tertawa sejenak kemudian diam.
Candaan yg kedua, masih di jalan toll ga lama setelah yg pertama Si Om kembali bertanya "diantara mobil2 ini, (sambil nunjuk beberapa Mobil didepan kami) mana yg paling enak?". Lalu aku jawab, "wah ga bisa bandingin Om, belum pernah naik yg itu"
"Kalau buat saya, yg paling enak ya Mobil ini, karena punya sendiri. Klu Mobil itu kan punya orang lain." Ujarnya.
Awalnya kedua candaan itu bagiku hanya sekedar ice breaker (mencairkan suasana). Tapi setelah aku pikirkan baik2 ada hikmahnya juga. Candaan yg pertama, bagaimana sebuah persepsi ttg sesuatu menjebak kita dalam kerangka berfikir yg sempit. Ada jutaan kemungkinan dalam sebuah berita yg perlu kita kaji lebih kritis dan lebih dalam agar jelas yg dimaksud.
Candaan yg kedua lebih mengajarkan pada kesyukuran atas apa yg kita miliki Sekarang, meski mungkin merci lebih nyaman (katanya) namun lebih nyaman ayla milik sendiri.
Luar biasa bagi orang yg berilmu, tak ada yg sia2 semuanya mengandung hikmah bagi yg mau memikirkannya.