Rabu, 10 Juli 2024

mengelola aku

Sore ini aku menyadari bahwa apa yg aku lakukan selama ini di pekerjaan tidaklah ikhlas sepenuhnya dan aku tahu bagaimana mengelola aku.

Selama ini aku merasa sudah melakukan sesuatu dengan ikhlas karena Allah saja.

Syarat ikhlas adalah melakukan sesuatu karena mengharapkan bala ada dari Allah saja, apakah itu ampunan, terhindar dari siksa kubur dan neraka, kebahagiaan dunia, syurga, dan yang paling tinggi yaitu ridho Allah SWT.

Dan syarat yg kedua adalah sesuai dengan syariat nabi Muhammad Saw, 

Aku selama terpaku dengan ikhlas yg ku miliki, melakukan segala cara yg mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan, dan menganggap apapun itu karena ikhlas.

Baru sekarang aku menyadari bahwa itu hanya ilusi, buktinyabaku sempat pundung karena apa yg sudah aku lakukan tidak dihargai sama sekali, ya karena itu ternyata bukan yg mereka mau dari aku 

Selanjutnya aku ternyata hanya mau melakukan sesuatu yg aku anggap benar, bukan yg dipikirkan orang lain sebagai sebuah harapan kepada aku yg menurut mereka bisa melakukan lebih dr yg mereka inginkan 

Aku tidak melakukan itu, malah melakukan hal lain yang menurut aku benar saja, dan menyerahkan kepada orang lain apa yg sebenarnya mereka harapkan.

Sekarang aku menyadari bahwa aku tak dibawah orang lain, tak mengakui posisi diatas aku dan menjalankan apa yg mereka inginkan dari aku.

Aku hanya melakukan apa yg aku mau, kalau kebetulan sejalan, itu bukan karena mereka, tapi karena aku

Aku beri tahu, sebuah rahasia untuk mengontrol aku, beri aku masalahnya, sampaikan info pendukungnya dan tanyakan bagaimana menurut aku.

Jika ada ide yg keluar dari aku, challenge itu, diskusikan dan temukan kesepakan bersama.. setelah itu minta aku melakukannya. 

Itulah cara mengontrol aku

Fokuslah pada penyelesaian masalah dan diskusikan jalan keluarnya

Senin, 08 Juli 2024

beli yg bagus atau yg kw

Untuk sebagian orang, membeli barang asli adalah kewajiban, karena ada penghargaan terhadap si perancang awal yg sudah menghabiskan banyak usaha dan biaya untuk menghasilkan produk bagus dan berkualitas. Tapi harganya cukup mahal
Sebagian lagi, perlu barang tersebut dengan berbagai alasan, tapi tak punya cukup uang untuk membeli barang yg asli.

Peluang ini, tentu menjadi celah usaha untuk pembuat barang kW yg bisa memberi harga murah dengan kualitas yg up to fair. Ga jarang kualitas abal2

Tapi itu mampu memenuhi hasrat si pembeli barang kW, namun disitulah seninya, saat barang kW laku mereka punya cukup modal untuk produksi kW berikutnya yg punya kualitas lebih baik dr sebelumnya dengan pengalaman membuat barang kW.

Akhirnya barang kW naik ke kualitas kW super dan barang asli tetap ada pasarnya sendiri.

Lalu bagaimana dengan si pembuat, apakah dia mendapatkan apa yg menjadi hak nya..
Nah inilah uniknya, si pembuat kadang tidak peduli pada hal ini, yg penting buat dia adalah ada dana yg cukup untuk bisa meneliti lagi.
Lalu siapa yg selama ini teriak2 terhadap barang KW, tentu saja pebisnis yg mengambil desain barang tersebut untuk diproduksi.
Mereka sudah mengeluarkan effort dana, tenaga kerja, dan modal yg besar untuk produksi barang tersebut.
Lalu bagaimana hukumnya, tentu dr hukum agama itu menyalahi, tapi dalam bisnis itu juga menyalahi etika
Sepertinya tidak dapat dibenarkan ya..

Terified

Kekhawatiran datang menghampiri.. baru saja hendak berusaha untuk menjadi penjual, yg dilakukan oleh istri di rumah.. muncul ancaman dr aplikasi baru yg lebih sadis
Menjual langsung dr pabrik kepada konsumen, tentu saja harganya jauh lebih murah, memotong rantai pasok dan mengurangi perilaku profit takin dr middle man
Pedagang memang demikian, mendapat supply dr produsen dan menjual ke konsumen dan mengambil profit dr kegiatan itu.
Tapi bagaimana jika produsen bisa langsung jual ke konsumen, mereka punya divisi khusus untuk itu dan memungkinkan

Lalu apakah kita harus pasrah saja, toh rezeki sudah diatur atau harus tetap berusaha toh rezeki sudah diatur

Keduanya memiliki akhir yg sama, tapi usaha yg membedakannya

Semoga ditunjukkan untuk tetap bisa berusaha sebaik-baiknya karena toh rezeki sudah diatur