Kamis, 12 Juni 2025

Too much talking and too honestly

Judul ini aku dengar dari seorang yg sedang nego ttg suatu hal, dia dalam posisi yg sangat mengharapkan bisa berlangsung cepat, tapi diluar dugaan posisi orang yg diajak nego sudah final, setidaknya di level nya.

Tentu ini akan menyulitkan nya makanya dia berusaha menyampaikan apa yg ada dalam pikirannya dan kehilangan posisi nya untuk bisa mendapatkan apa yg diinginkan, tapi itu menurut dia buat yg lain tidak seperti itu, mereka punya alasan juga dan itu berpotensi merugikan mereka di masa mendatang, tentu ini bukan sesuatu yg sederhana, sehingga semuanya harus dipertimbangkan, tidak bisa yg penting begini dan begitu.

Harus ada posisi, dan itu hanya bisa diperoleh dengan mengenal diri sendiri dan pengalaman yg didapat dr waktu dan cerita masa lalu

Behind the scene

Apa yg mendorong orang ingin tampil dan dilihat manusia, apakah kepuasan pribadi, pengakuan, atau sekedar ingin eksis dan dilihat orang lain. Dan biasanya menampilkan sisi terbaik yg bisa di tampilkan, namun apakah benar hanya sekedar itu, atau ada niat mulia yg berasal dr alasan karena Allah.
Sekali lagi niat seseorang tak ada yg tau kecuali Allah dan orang itu sendiri saja. Meski dia beri tahu niatnya, tapi yg sebenarnya apa, tentu itu kembali pada dirinya sendiri.

Lalu apakah harus diikuti yg seperti itu, rasanya tidak, jikapun disalah pahami oleh orang lain, hanya hati ini saja yg tau.

Adakah keinginan untuk sama juga seperti itu, ada saja namanya juga manusia