Jumat, 31 Oktober 2025

Hanya sekedar ucapan

Kemarin saat semuanya sedang dalam sulit dan kemungkinan kecil maka hati ini sudah bergantung hanya kepada Allah, namun saat lapang ternyata hati menjadi tenang karena ada tempat berharap selain Allah, sungguh sedih sekali menyadari ternyata diri ini semudah itu berubah 

Ya Allah, jadikanlah hati ini hanya bergantung pada mu dan hanya berusaha mendekat kepadamu, hamba sudah mulai merasakan itu tak lagi seperti itu 

Ya Allah, hindarkanlah hati ini melakukan sesuatu yang tidak engkau ridhoi, hanya kepadamu lah seharusnya semua kesulitan hamba sampaikan

ingat aku saat sudah disurga

Aku pernah dengar sebuah ceramah, kalau nanti di surga orang2 akan berkumpul dan kemudian mencari sahabat2nya yang saat di dunia. Lalu disampaikan bahwa sahabatnya dulu bersama mereka saat ruku' dan sujud.

Lalu Allah izinkan mereka untuk mencari sahabat mereka ke neraka dan membawanya ke surga

Tentu aku berharap aku bisa masuk surga langsung, 

Saat ini aku sedang berusaha, untuk bisa mencari lingkaran persahabatan itu dengan ikut berjamaah Zuhur dan ashar dikantor

Dan semoga bisa juga untuk sholat subuh, magrib dan isya di lingkungan rumah

Selasa, 21 Oktober 2025

balasan sesuai perbuatan

Musibah itu datang karena ulah dosa sendiri, cobaan itu diberikan untuk menguji yang beriman, bisa bersangka baik kepada Allah hanya bisa dilakukan oleh orang yg bertaqwa

Dari keseluruhan itu intinya dalam kehidupan pasti akan di uji atau diberikan kesulitan, semuanya baik karena dosa yg dilakukan atau peningkatan iman yg dilakukan

Jadi daripada mendapat masalah atau musibah karena dosa mending dicoba untuk bisa dapat posisi yg lebih tinggi disisi Allah

Kamis, 09 Oktober 2025

Kerjaku hidupku?

Sebuah kejadian kemarin, membuat aku memoertanyakan lagi bagaimana caraku untuk menghadapi kehidupanku di dunia kerja, tak dipungkiri dari setengah waktuku dipakai untuk bekerja, jam 6 pagi sampai jam 6 sore termasuk perjalanan. Setengahnya lagi bersama keluarga, itupun dikurangi waktu tidur dan nonton drama ber episode banyaknya.

Ya di kantor begitu juga, ada waktu yg dihabiskan sendiri untuk makan dan tidur, dan interaksi juga lebih banyak.

Kalau ga nyaman di kantor, padahal waktu "sadar" atau terjaga lebih banyak di kantor, maka apakah sebaiknya juga dijaga kenyamanan??

Entahlah, tapi kejadian kemarin bikin perlu berfikir ulang, sepertinya ini tidak untuk itu, perlu strategi dan dokumentasi yg clear untuk menjaga kenyamanan diri sendiri.

Ini budaya yg ada disini, dimana dokumen berbicara lebih lantang dan berpengaruh luas dibandingkan omon-omon saja.

Pemanfaatan AI jadi solusi, tak ada larangan untuk itu, sebaiknya mulailah dr sana dulu. Dan kerja bukan keluarga, tetap bekerja yg terbaik, karena bukan untuk mereka, tapi karena Allah dan keluarga ku dirumah