Sebuah kejadian kemarin, membuat aku memoertanyakan lagi bagaimana caraku untuk menghadapi kehidupanku di dunia kerja, tak dipungkiri dari setengah waktuku dipakai untuk bekerja, jam 6 pagi sampai jam 6 sore termasuk perjalanan. Setengahnya lagi bersama keluarga, itupun dikurangi waktu tidur dan nonton drama ber episode banyaknya.
Ya di kantor begitu juga, ada waktu yg dihabiskan sendiri untuk makan dan tidur, dan interaksi juga lebih banyak.
Kalau ga nyaman di kantor, padahal waktu "sadar" atau terjaga lebih banyak di kantor, maka apakah sebaiknya juga dijaga kenyamanan??
Entahlah, tapi kejadian kemarin bikin perlu berfikir ulang, sepertinya ini tidak untuk itu, perlu strategi dan dokumentasi yg clear untuk menjaga kenyamanan diri sendiri.
Ini budaya yg ada disini, dimana dokumen berbicara lebih lantang dan berpengaruh luas dibandingkan omon-omon saja.
Pemanfaatan AI jadi solusi, tak ada larangan untuk itu, sebaiknya mulailah dr sana dulu. Dan kerja bukan keluarga, tetap bekerja yg terbaik, karena bukan untuk mereka, tapi karena Allah dan keluarga ku dirumah