Sudah aku coba untuk menempatkan diri sesuai posisi, tapi apa daya ternyata hati ikut tersakiti.
Ya Allah, ini mungkin lagi2 dampak dari berharap pada manusia dan dosa.
Kerusakan dan masalah muncul setelah berbuat.
Aku makin bingung, tak tau arah dan sembarangan.
Sepertinya pendekatan frontal belum menjadi kesukaanku, aku masih senang menghindari konflik dan diam saja serta mengamati
Perlukah aku showing my self dengan konsekuensi konflik, atau cara pandangku saja yg salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar