Hari ini saya memang berencana untuk menikuti sebuah festival yang ditaja oleh para pelajar keturunan India di UTeM. Sudah sejak 2 minggu lalu Mohan, teman yang sama di pelajaran project management encik Akramin. oke cerita dimulai ketika saya tidak tidur setelah pulang dari acara walimahannya teman-teman dari Yaman. Setelah mandi dan sholat subuh lalu bikin sarapan untuk makan dengan saos dan garam. Lumayan tahan ampe siang. Setelah itu saya kedepan nunggu bus yang jam 7. Bisa saja saya naik langsung ke bus itu, tapi rasanya kurang enak kalau sendiri saja, maka saya mengajak Danang dan Rely, mahasiswa dari IBI Dharma Jaya Lampung. Mereka saya ajak naik bus jam 8 pagi, sembari menunggu bus yang sebelumnya sudah lewat dua kali. o iya ada beberapa pengalaman yang terjadi diantara waktu tadi, pertama saya bertemu dengan saddam yang ternyata baru belajar bahasa inggris dan dia akan belajar bahasa melayu dengan menghapal 3 kata perhari. Lalu ketika saya kembali ke pos satpam untuk bertanya jadwal bus, saya lagsung bertanya dan saya melihat tanda-tanda dari defensif, seolah ia terlihat disalahkan, padahal saya hanya bertanya saja. untuk selanjutnya lebih baik saya jangan langsung bertanya pada apa yang saya maksud, melainkan harus menyinggung masalah lain dulu seperti meminta persetujuan mereka. Misalnya: "Pagi ini dingin yha" lalu memulai sedikit pembicaraan folow-up sebelum masuk ke intinya.
Lalu setelah menyadari hal itu saya menunggu bus di halte sambil membaca Al-Quran, semoga bisa menginspirasi orang yang lewat.
Alhamdulillah bus datang jam 8, padahal sulit untuk mendapatkan bus pada hari libur seperti hari ini. Bus ini khusus untuk mengangkut peserta festival yang diadakan di Dewan Besar. Karena cuma berempat dengan tambahan seorang lagi yang tiada dikenal, kami leluasa untuk tidur di Bus, karena memang belum tidur saya pun terlelap dalam pangkuan kursi dan ac yang menyala. Terbangun di dewan besar lalu masuk untu registrasi namun hanya sebagai penoonton awalnya. katanya supaya bisa dimasukkan kedalam SMP, semacam nilai prestasi diluar akademik, bagi mereka yang akademiknya pas-pasaan sebagai added value pada ijazah nanti. Buat kami itu ga perlu, karena memang ga bakal bisa di pakai di Indonesia.
Oke setelah bertemu Mohan dan menyampaikan salam dari teman-teman yang tidak bisa hadir maka kamipun diajukan untuk menjadi peserta bergabung bersama pesertta yang groupnya kurang dari 5 orang.
Setelah dibuka dengan tata cara India maka festivalpun di mulai oleh seorang pejabat bernama Dewanam. Ponggal sendiri adalah semacam makanan yang dimasak dengan bahan dasar susu yang di didihkan hingga melimpah, ketika melimpah maka mereka berteriak Ponggal o Ponggal sebagai wujud rasa syukur kepada dewa matahari yang memberikan rezeki yang melimpah sebagaimana dilambangkan oleh tumpahan susu. Setelah susu melimpah maka dimasukkan beras, lalu brown sugar, dan kismis. Ketika sudah masak maka ditambahkan minyak sapi. saya agak segan memakannya ketika ditambahkan itu, ragu soalnya.
kami gagal memasaknya sebagaimana seharusnya, masih berbentuk beras dan juga kebanyakan air. Disamping memasak ponggal, sebagian anggota tim lain melukis Koolam, beras yang diberi warna lalu disusun menjadi gambar seperti bintang segi 4 sebagai basic dan menambahkan kreasi disekelilingnya.
Lai dan Woon yang mengerjakannya.
Setelah kecewa dengan hasil yang didapat.. huhu.. kami melanjutkan ke pertandingan selanjutnya yaitu membuat Torinam, hiasan dari janur yang dilipat kebelakang lalu digantung sebagai ornamen untuk acara pernikahan. Lumayan bisa membuatnya. Pada acara lomba yang terakhir, memukul belanga yang berisi air. aku hanya bisa menyentuhnya namun karena tergesa-gesa jadi tidak bisa mengenainya. aduh sayang bgt deh..
Setelah pulang kami makan di al abrar, lalu tidur untuk menunggu jemputan ke rumah priof Adi. Alhamdulillah dapat banyak pelajaran disana. Aku sering merasa lebih tinggi alias sombong, sering berbuat kesalahan, dan tidak berkeinginan kuat. Aku akan menjalankan dengan sebaik-baiknya peranku, tak lagi menjadi orang lain. Dengan pertimbangan diri sendiri.
Semoga saja...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar